Nama : Egi Pratama
Npm : 1601270108
Program study : Perbankan syariah
Tugas :
materi report 2
Mata kuliah : Kebijakan Moneter dan Fiskal
Fungsi
Tabungan
Tabungan ialah bagian pendapatan
yang tidak di belanjakan atau di konsumsi .
Faktor –
faktor :
a.
Tingkat pendapatan
b.
Keinginan untuk menabung
Merupakan
kecendrungan marginal untuk menabung yang menunjukan besarnya tambahan
pendapatan yang akan di tabung .
c.
Tingkat suku bunga bank
d.
Tingkat kepercayaan terhadap bank
Fungsi
tabungan :
Y = C
+ S
S = Y - C
S = Y - ( a + bY )
S = -a + ( 1 – b ) Y
S = Y - C
S = Y - ( a + bY )
S = -a + ( 1 – b ) Y
Kurva tabungan :
a.
Kurva tabungan memiliki slope tabungan
b.
Titik –a besarnya tabungan bernilai negative karena
tingkat konsumsi yang berlaku adl konsumsi otonom .
c.
Pada titik M terlihat bahwa S = O
Contoh Soal :
1.
Diketahui pada saat pendapatan Rp. 1000 maka jumlah
tabungan nya adalah Rp. 50 dan pada saat pendapatan Rp. 1200 maka jumlah
tabungannya adalah Rp. 100 . tentukan fungsi tabungannya ?
Jawaban :
Dik : Y1 = 1000
Y2 =
1200
S1 = 50
S2 = 100
Dit : Fungsi tabungan ?
Jawab : S
= -a + ( 1 – b ) Y
Cari
terlebih dahulu nilai MPS dan APS !
MPS = ∆S / ∆Y
MPS = 50/200
MPS = 0.25
MPS = 50/200
MPS = 0.25
Dan
APS = S / Y
APS = 50 / 1000
APS = 0.05
APS = 50 / 1000
APS = 0.05
Mencari
nilai –a !
-a = ( APS – MPS ) Y
-a = ( 0.05 – 0.25 ) 1000
-a = -200
-a = ( 0.05 – 0.25 ) 1000
-a = -200
Nilai sudah
di cari kebentuk fungsi tabungan !
S = -a + ( 1 – b ) Y
S = -200 + ( 1 – b ) Y
S = -200 + ( 1 – b ) Y
1-b = MPS ,
jadi masukan saja nilai MPS yang sudah dicari !
S = -200 + 0,25 Y
Jadi
hasilnya ialah S = -200 + 0,25 Y
2.
Diketahui fungsi konsumsi C = 200 + 0,7 Y , tentukan
besar pendapatan pada saat jumlah tabungan Rp . 1000 ?
Jawaban :
Dik : C = 200 +
0,7 Y
Dit : Pendapatan saat S = 1000 ?
Jawab : C
= 200 + 0,7 Y
Tentukan
terlebih dahulu fungsi tabungannya !
S = -200 + ( 1 – 0,7 ) Y
S = -200 + 0.3 Y
S = -200 + 0.3 Y
Jika S =
1000 , maka :
1000 = -200 + 0,3 Y
0,3 Y = -200 – 1000
0,3 Y = -1200
Y = 4000
0,3 Y = -200 – 1000
0,3 Y = -1200
Y = 4000
Jadi, Besar
pendapatan pada saat tabungan Rp. 1000 adalah Rp. 4000
Fungsi Investasi
Kurva yang menunjukan hubungan antara tingkat investasi dan tingkat
pendapatan nasional dinakan fungsi investasi . fungsi atau kurva investasi yang
sejajar dengan sumbu datar di namakan investasi otonomi dan fungsi investasi
yang semakin tinggi terpengaruh (
induced investment ) . dalam analisis makro ekonomi, investasi perusahaan di
misalkan bersifat otonomi .
Pengeluaran investasi adalah pengeluaran untuk membeli barang modal riil,
bakberbentuk alat produksi baru , rumah tinggal baru , maupun perubahan barang
cadangan yang ada di gudang atau di
tempat lain .
Pengkelompokan investasi :
a.
Investasi barang modal dan bangunan .
Disebut
juga investasi harga tetap ( fixed investment ). Memiliki umurekonomis lebih
dari 1 tahun . jumlah investasi yang di perhitungkan berupa investasi bersih ,
yaitu pembentukan modal tetap dikurangi penyusutan .
b.
Investasi Persediaan
Disebut
juga investasi yang di rencanakan ( planned investment )
Pada analisis makro ekonomi jenis ekonomi yang di perhatikan adalah investasi
otonomi . investasi otonomi berarti modal yang tidak di pengaruhi pendapatan
nasional dengan kata lain tinggi rendah nya pendapatan nasional tidak
menentukan jumlah investasi yang dilakukan oleh perusahaan – perusahaan .
Faktor – faktor yang menentukan tingkat investasi :
1.
Tingkat keuntungan investasi yang diperoleh .
2.
Tingkat bunga
3.
Ramalan mengenai keadaan ekonomi yang dimasa mendatang .
4.
Kemajuan teknologi yang semakin meningkat yang pesat saat
ini .
5.
Tingkat pendapatan nasional dan perubahan – perubahan nya
.
6.
Keuntungan yang di peroleh perusahaan – perusahaan .
Investasi
terbagi 2 , yaitu :
a.
Investasi Otonom ( autonomous Investment )
Investasi
oonom adalah investasi yang tidak di pengaruhi oleh adanya perubahan dalam
pendapatan nasional tidak menentukan jumlah investasi yang dilakukan oleh
perusahaan .
Berdasarkan kurva disamping , apabila suku bunga tinggi , jumlah investasi
akan berkurang , sebaliknya suku bunga yang rendah akan mendorong lebih banyak
investasi . akibat dari perubahan suku bunga kepada investasi di gambarkan oleh
kuva I1 dan I2 .
apabila suku bunga turun ro jumlah investasi Io . misalkan suku bunga turun ke r2 , maka
mengakibatkan pertambahan investasi menjadi I2 ,
sebaliknya apabila suku bunga naik menjadi r1 ,
pendapatan maka akan mengakibatkan investasi turun , yaitu menjadi I1 .
b.
Investasi Terpengaruh ( Induced Investment )
Investasi
terpengaruh adalah investasi yang di sorong oleh adanya perubahan yang di
dorong oleh adanya perubahan pendapatan nasional . keseimbangan dalam
perekonomian terjadi apabila :
1)
Y = C + I , yaitu pendapatan nasional sama dengan
konsumsi di tambah investasi .
2)
I = S , Yaitu
investasi sama dengan tabungan .
Syarat keseimbang yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran ( C + I ) . atau
tabungan ( S ) sama dengan pengeluaran investasi sektor swasta ( I ) .
sedangkan Y = E merupakan syarat keseimbangan perekonomian , yaitu pendapatan
sama dengan pengeluaran .
Contoh soal
:
1.
Jika suatu perusaahaan memiliki pendapatan sebesar Rp.
1500 Miliar dan pengeluaran untuk konsumsi sebesar Rp. 800 Miliar , maka
berapakah investasi yang dilakukan perusahaan tersebut ?
Jawaban :
Dik : Y = 1500
C = 800
C = 800
Dit : I ?
Jawab :
I = Y – C
I = 1500 – 800
I = 700 M
I = 1500 – 800
I = 700 M
Jadi hasil investasi perusahaan
adalah 700 Miliar
Ekuilibrium
barang dan jasa
Ekuilibrium adalah keadaan yang menunjukan baik konsumen maupun produsen
telah menyetujui harga suatu barang , yaitu harga yang konsumen bersedia
membeli untuk sejumlah barang sama dengan harga produsen bersedia menjual untuk
sejumlah barang tersebut .atau dapat juga di artikan dimana titik harga suatu
barang dan jasa terbentuk pada pertemuan kurva permintaan dengan kurva
penawaran yang merupakan hasil kesepakatan di antara pembeli ( konsumen ) dan
penjual ( produsen ) , dimana kuantitas barang dan jasa yang di minta dan yang
di tawarkan sama besarnya .
Titik keseimbangan pasar bagi barang
dan jasa tertentu harus memenuhi beberapa syarat , yakni :
1.
Hanya berlaku untuk nilai – nilai ( P dan Q ) yang positif
2.
Hanya berlaku untuk titik yang memenuhi syarat bagi (
sesuai dengan ciri – ciri dari kurva permintaan maupun kurva penawaran ) .
Fungsi Permintaan ( demand )
Fungsi permintaan adalah persamaan yang menunjukan hubungan antar jumlah
suatu barang yang di minta dengan faktor – faktor yang mempengaruhinya . fungsi
permintaan dengan dua variabel adalah sebagai berikut :
Qd = a – bPd atau Pd = -1/b ( -a + Qd )
Dimana :
A dan b : adalah Konstanta , dimana b harus
bernilai negative
Pd : alah harga barang per unit yang
diminta
Qd : adalah banyak nya unit barang yang
diminta
Faktor –
faktor yang mempengaruhi permintaan , yakni :
·
Harga barang / jasa dalam kurun waktu tertentu akan
mempengaruhi terjadinya equilibrium ,
·
Pendapatan / penghasilan yang di peroleh oleh kosumen .
·
Prediksi harga barang / jasa di masa yang akan datang .
·
Jumlah kebutuhan kosumen akan barang / jasa dalam kurun
waktu tertentu .
·
Selera atau perilaku konsumen terhadap sebuah barang /
jasa yang tersedia .
Fungsi Penawaran ( suplly )
Fungsi penawaran
adalah persamaan yang menunjukan hubungan harga barang pasar dengan jumlah
harga yang di tawarkan oleh produsen . fungsi penawaran di gunakan oleh
produsen untuk menganalisa kemungkinan – kemungkinan banyak barang yang di
produksi . fungsi penawaran linear adalah sebagai berikut , yakni :
Qs = a + bPs
Dimana :
a dan b : Konstanta dimana b harus benilai positif
Ps : adalah harga barang per unit yang di
tawarkan
Qs : adalah banyak unit barang yang di
tawarkan
Faktor –
faktor yang mempengaruhi penawaran, yakni :
·
Peraturan pemerintah , seperti : pajak dan bea masuk
barang ( untuk barang import ) .
·
Prediksi harga barang / jasa pada masa ang akan datang .
·
Tujuan / target di dalam sebua perusahaan .
·
Jumlah biaya produksi dan teknologi yang di gunakan
selama masa produksi .
·
Ketersediaan barang / jasa di pasaran sebagai pengganti
atau pelengkapan kebutuhan .
Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan nama lain dari kebijakan anggaran . kebijakan
anggaran ialah sebuah kebijakan atau aturan yang di ambil pemeintah dalam hal
penerimaan dan pengeluaran negara untuk memperbaikin kondisi terutama kondisi
ekonomi .
Perbedaan antara kebijakan fiskal
dengan kebijakan moneter , terletak pada instrumen kebijakan . dalam kebijkn
monter pemerintah mengatur jumlah uang yang beredar . sedankan kebijakan fiskal
pemerintah mengendalikan penerimaan dan pengeluaran .
Hubungan pemerintah pusat dengan
daerah dalam kebijakan fiskal . ada 4 prinsip yang mendasari kebijakan fiskal hubungan
pemerintah pusat dengan daerah , yakni :
a.
Tugas pemerintah pusat di daerah di biayai APBN
b.
Tugas pemerintah daerah di biayah ABPN
c.
Tugas pemerintah pusat atau daerah dalam rangka bantuan
pembangunan di biayai pihak yang menugaskan . dalam hal ini dapat di biayai
APBN mapun APBD .
d.
Apabila daerah belum mampu mencukupi biayah daerah ,
pemerinah memberikan dan bantuan .


Tidak ada komentar:
Posting Komentar