Rabu, 21 Februari 2018

Fungsi tabungan dan Fungsi Investasi , Equilibrium Barang dan Jasa , Kebijakan Fiskal Pemerintah



Nama         : Egi Pratama
Npm          : 1601270108
Program study  : Perbankan syariah
Tugas          : materi report 2
Mata kuliah    : Kebijakan Moneter dan Fiskal

Fungsi Tabungan
            Tabungan ialah bagian pendapatan yang tidak di belanjakan atau di konsumsi .
Faktor – faktor :
a.       Tingkat pendapatan
b.      Keinginan untuk menabung
Merupakan kecendrungan marginal untuk menabung yang menunjukan besarnya tambahan pendapatan yang akan di tabung .
c.       Tingkat suku bunga bank
d.      Tingkat kepercayaan terhadap bank
Fungsi tabungan :
Y  =  C  +  S
S  =  Y  -  C
S  =  Y  - ( a  +  bY )
S  = -a  + ( 1 – b ) Y
Kurva tabungan :
a.       Kurva tabungan memiliki slope tabungan
b.      Titik –a besarnya tabungan bernilai negative karena tingkat konsumsi yang berlaku adl konsumsi otonom .
c.       Pada titik M terlihat bahwa S = O
Contoh Soal :
1.      Diketahui pada saat pendapatan Rp. 1000 maka jumlah tabungan nya adalah Rp. 50 dan pada saat pendapatan Rp. 1200 maka jumlah tabungannya adalah Rp. 100 . tentukan fungsi tabungannya ?
Jawaban :
Dik :    Y1 = 1000
            Y2 = 1200
            S1 = 50
            S2 = 100
Dit : Fungsi tabungan ?
Jawab :                        S = -a + ( 1 – b ) Y
Cari terlebih dahulu nilai MPS dan APS !
MPS = ∆S /  ∆Y
MPS = 50/200
MPS = 0.25
Dan
APS = S / Y
APS = 50 / 1000
APS = 0.05
Mencari nilai –a !
-a = ( APS – MPS ) Y
-a = ( 0.05 – 0.25 ) 1000
-a = -200
Nilai sudah di cari kebentuk fungsi tabungan !
S = -a + ( 1 – b ) Y
S = -200 + ( 1 – b ) Y
1-b = MPS , jadi masukan saja nilai MPS yang sudah dicari !
S = -200 + 0,25 Y
Jadi hasilnya ialah S = -200 + 0,25 Y
2.      Diketahui fungsi konsumsi C = 200 + 0,7 Y , tentukan besar pendapatan pada saat jumlah tabungan Rp . 1000 ?
Jawaban :
Dik :    C = 200 + 0,7 Y
Dit : Pendapatan saat S = 1000 ?
Jawab :            C = 200 + 0,7 Y
Tentukan terlebih dahulu fungsi tabungannya !
S = -200 + ( 1 – 0,7 ) Y
S = -200 + 0.3 Y
Jika S = 1000 , maka :
1000 = -200 + 0,3 Y
0,3 Y = -200 – 1000
0,3 Y = -1200
Y        = 4000
Jadi, Besar pendapatan pada saat tabungan Rp. 1000 adalah Rp. 4000

Fungsi Investasi
Kurva yang menunjukan hubungan antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional dinakan fungsi investasi . fungsi atau kurva investasi yang sejajar dengan sumbu datar di namakan investasi otonomi dan fungsi investasi yang semakin tinggi terpengaruh  ( induced investment ) . dalam analisis makro ekonomi, investasi perusahaan di misalkan bersifat otonomi .
Pengeluaran investasi adalah pengeluaran untuk membeli barang modal riil, bakberbentuk alat produksi baru , rumah tinggal baru , maupun perubahan barang cadangan yang ada di gudang  atau di tempat lain .
Pengkelompokan investasi :
a.       Investasi barang modal dan bangunan .
Disebut juga investasi harga tetap ( fixed investment ). Memiliki umurekonomis lebih dari 1 tahun . jumlah investasi yang di perhitungkan berupa investasi bersih , yaitu pembentukan modal tetap dikurangi penyusutan .
b.      Investasi Persediaan
Disebut juga investasi yang di rencanakan ( planned investment )
Pada analisis makro ekonomi jenis ekonomi yang di perhatikan adalah investasi otonomi . investasi otonomi berarti modal yang tidak di pengaruhi pendapatan nasional dengan kata lain tinggi rendah nya pendapatan nasional tidak menentukan jumlah investasi yang dilakukan oleh perusahaan – perusahaan .
Faktor – faktor yang menentukan tingkat investasi :
1.      Tingkat keuntungan investasi yang diperoleh .
2.      Tingkat bunga
3.      Ramalan mengenai keadaan ekonomi yang dimasa mendatang .
4.      Kemajuan teknologi yang semakin meningkat yang pesat saat ini .
5.      Tingkat pendapatan nasional dan perubahan – perubahan nya .
6.      Keuntungan yang di peroleh perusahaan – perusahaan .

Investasi terbagi 2  , yaitu :
a.      Investasi Otonom ( autonomous Investment )
Investasi oonom adalah investasi yang tidak di pengaruhi oleh adanya perubahan dalam pendapatan nasional tidak menentukan jumlah investasi yang dilakukan oleh perusahaan .


Berdasarkan kurva disamping , apabila suku bunga tinggi , jumlah investasi akan berkurang , sebaliknya suku bunga yang rendah akan mendorong lebih banyak investasi . akibat dari perubahan suku bunga kepada investasi di gambarkan oleh kuva I1 dan I2 . apabila suku bunga turun ro jumlah investasi Io . misalkan suku bunga turun ke r2 , maka mengakibatkan pertambahan investasi menjadi I2 , sebaliknya apabila suku bunga naik menjadi r1 , pendapatan maka akan mengakibatkan investasi turun , yaitu menjadi I1 .
b.      Investasi Terpengaruh ( Induced Investment )
Investasi terpengaruh adalah investasi yang di sorong oleh adanya perubahan yang di dorong oleh adanya perubahan pendapatan nasional . keseimbangan dalam perekonomian terjadi apabila :
1)      Y = C + I , yaitu pendapatan nasional sama dengan konsumsi di tambah investasi .
2)      I = S  , Yaitu investasi sama dengan tabungan .


Syarat keseimbang yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran ( C + I ) . atau tabungan ( S ) sama dengan pengeluaran investasi sektor swasta ( I ) . sedangkan Y = E merupakan syarat keseimbangan perekonomian , yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran .
Contoh soal :
1.      Jika suatu perusaahaan memiliki pendapatan sebesar Rp. 1500 Miliar dan pengeluaran untuk konsumsi sebesar Rp. 800 Miliar , maka berapakah investasi yang dilakukan perusahaan tersebut ?
Jawaban :
Dik :    Y = 1500
            C = 800
Dit : I ?
Jawab :
I = Y – C
I = 1500 – 800
I = 700 M
Jadi hasil investasi perusahaan adalah 700 Miliar

Ekuilibrium barang dan jasa
Ekuilibrium adalah keadaan yang menunjukan baik konsumen maupun produsen telah menyetujui harga suatu barang , yaitu harga yang konsumen bersedia membeli untuk sejumlah barang sama dengan harga produsen bersedia menjual untuk sejumlah barang tersebut .atau dapat juga di artikan dimana titik harga suatu barang dan jasa terbentuk pada pertemuan kurva permintaan dengan kurva penawaran yang merupakan hasil kesepakatan di antara pembeli ( konsumen ) dan penjual ( produsen ) , dimana kuantitas barang dan jasa yang di minta dan yang di tawarkan sama besarnya .
            Titik keseimbangan pasar bagi barang dan jasa tertentu harus memenuhi beberapa syarat , yakni :
1.      Hanya berlaku untuk nilai – nilai  ( P dan Q ) yang positif
2.      Hanya berlaku untuk titik yang memenuhi syarat bagi ( sesuai dengan ciri – ciri dari kurva permintaan maupun kurva penawaran ) .
Fungsi Permintaan ( demand )
Fungsi permintaan adalah persamaan yang menunjukan hubungan antar jumlah suatu barang yang di minta dengan faktor – faktor yang mempengaruhinya . fungsi permintaan dengan dua variabel adalah sebagai berikut :
Qd = a – bPd atau Pd = -1/b ( -a + Qd )
Dimana :
A dan b            : adalah Konstanta , dimana b harus bernilai negative
Pd        : alah harga barang per unit yang diminta
Qd       : adalah banyak nya unit barang yang diminta
Faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan , yakni :
·         Harga barang / jasa dalam kurun waktu tertentu akan mempengaruhi terjadinya equilibrium ,
·         Pendapatan / penghasilan yang di peroleh oleh kosumen .
·         Prediksi harga barang / jasa di masa yang akan datang .
·         Jumlah kebutuhan kosumen akan barang / jasa dalam kurun waktu tertentu .
·         Selera atau perilaku konsumen terhadap sebuah barang / jasa yang tersedia .
Fungsi Penawaran ( suplly )
Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukan hubungan harga barang pasar dengan jumlah harga yang di tawarkan oleh produsen . fungsi penawaran di gunakan oleh produsen untuk menganalisa kemungkinan – kemungkinan banyak barang yang di produksi . fungsi penawaran linear adalah sebagai berikut , yakni :
Qs = a + bPs
Dimana :
a dan b : Konstanta dimana b harus benilai positif
Ps         : adalah harga barang per unit yang di tawarkan
Qs        : adalah banyak unit barang yang di tawarkan
Faktor – faktor yang mempengaruhi penawaran, yakni :
·         Peraturan pemerintah , seperti : pajak dan bea masuk barang ( untuk barang import ) .
·         Prediksi harga barang / jasa pada masa ang akan datang .
·         Tujuan / target di dalam sebua perusahaan .
·         Jumlah biaya produksi dan teknologi yang di gunakan selama masa produksi .
·         Ketersediaan barang / jasa di pasaran sebagai pengganti atau pelengkapan kebutuhan .

Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan nama lain dari kebijakan anggaran . kebijakan anggaran ialah sebuah kebijakan atau aturan yang di ambil pemeintah dalam hal penerimaan dan pengeluaran negara untuk memperbaikin kondisi terutama kondisi ekonomi .
            Perbedaan antara kebijakan fiskal dengan kebijakan moneter , terletak pada instrumen kebijakan . dalam kebijkn monter pemerintah mengatur jumlah uang yang beredar . sedankan kebijakan fiskal pemerintah mengendalikan penerimaan dan pengeluaran .
            Hubungan pemerintah pusat dengan daerah dalam kebijakan fiskal . ada 4 prinsip yang mendasari kebijakan fiskal hubungan pemerintah pusat dengan daerah , yakni :
a.       Tugas pemerintah pusat di daerah di biayai APBN
b.      Tugas pemerintah daerah di biayah ABPN
c.       Tugas pemerintah pusat atau daerah dalam rangka bantuan pembangunan di biayai pihak yang menugaskan . dalam hal ini dapat di biayai APBN mapun APBD .
d.      Apabila daerah belum mampu mencukupi biayah daerah , pemerinah memberikan dan bantuan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal sistem moneter di bank Indonesia

Nama                : Egi Pratama Npm                 : 1601270108 Program study :   Perbankan Syariah Materi report ke 8 Pemb...